If you are free, please read the news below.
Minister and IGP warn parties on rules of ceramah ~ TheStar Online, 1 April 2009
I'm not gonna to ask a single "WHY" here??? As i learned that there are many things in this country which we just can't explain them logically.
But I really need to ask a "What if"...
What if one of the candidate named Altantuya Tan or Altantuya d/o Muthysamy or Altantuya bt Altan? How she deliver her speech during the ceramah???Will this happen???
Candidate:
"Tuan-tuan dan Puan-puan sekalian, ribuan terima kasih atas kehadiran anda dalam ceremah saya pada malam ini. Bagi kalian yang tidak mengenali saya, nama saya... ... nama saya... ... ...nama saya... ... ... ...nama saya sensitive sikit, oleh itu usahlah saya sebut nama saya, sebut saja nama saya ceremah ini akan terus dihentikan. Tapi kalian mesti sokong saya!Walaupun kalian tidak tahu nama saya"
Voter:
"Puan muda, atas banner tak ada name kau, atas papan tanda pun tak ada nama kau, depan TV dalam radio semua tak ada nama kau. Nama pun tak tau mana boleh undi??? Kat luar tu ada 15 calon lagi!!!Macam mana nak pangkah dekat kau???"
Candidate:
"Okey Okey Okey...Harap bersabar...bersabar...Saya dengan dukacitanya menamatkan ceremah pada malam ini. Ceremah ini akan diteruskan selepas saya berjaya menukar nama saya kat JPN pada pagi Isnin. Dengan syarat mereka tidak menahan saya pabila saya menyebut nama sensitive saya kepada pengawai bertugas....jumpa lagi"
Speechless....speechless....speechless.........
Hopefully "Nizar", "PKR", "DAP" etc., will not become one of the sensitive word or issue one day.
!!! NiaXing !!!

No comments:
Post a Comment